Jumat, 08 Januari 2016

Perkembangan peserta didik



BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Pengertian Masa Remaja (adolescence)Masa remaja disebut juga masa untuk menemukan identitas diri (self identity). Usaha pencarian identitas banyak dilakukan dengan menunjukkan perilaku coba-coba, perilakuimitas iatau identifikasi. Ketika remaja gagal menemukan identitas di-rinya, dia akan mengalami krisis identitas atau identity confusion, sehingga mungkin saja akan terbentuk sistem kepribadian yang bukan menggambarkan keadaan diri yang  sebenarnya. Reaksi-reaksi dan ekspresi emosional yang masih labil dan belum terkendali pada masa remaja dapat berdampak pada kehidupan pribadi maupun so-sialnya. Dia menjadi sering merasa tertekan dan bermuram durja atau justru dia menjadiorang yang berperilaku agresif. Pertengkaran dan perkelahianseringkali terjadi akibat dari ketidakstabilan emosinya.
Lefrancois (2002: 130) menyatakan bahwa periode masa remaja itu kiranya dapat didefinisikan secara umum sebagai suatu periode dalam perkembangan yang dijalani seseorang yang terbentang sejak berakhirnya masa kanak-kanaknya sampai datang awal masa dewasanya. Secara tentatif pula paraahli umumnya sependapat bahwa rentangan masa remaja ituberlangsung dari sekitar 11-13 tahun sampai 18-20 tahunmenurut umur kalender kelahiran seseorang.Masa perkembangan remaja juga ditandai dengankeinginan mengaktualisasikan segala ide pikiran yangdimatangkan selama mengikuti pendidikan. Mereka bersemangatuntuk meraih keberhasilan. Oleh karena itu, mereka berlomba dan bersaing dengan orang lain guna membuktikan kemampuannya. Segala daya upaya yang berorientasi untukmencapai keberhasilan akan selalu ditempuh dan diikuti. Sebab dengan keberhasilan itu, ia akan meningkatkan harkat danmartabat hidup mereka di mata orang lain.
B. Perilaku dan Pribadi RemajaLaju proses perkembangan perilaku dan pribadi remajadipengaruhi oleh tiga faktor dominan ialah faktor bawaan(heredity), kematangan (maturation), dan ling-kungan(environment): termasuk belajar dan latihan (training andlearning).Ketiga faktor dominan utama itu senantiasa bervariasi yang mungkin dapat menguntungkan, menghambat ataumembatasi lajunya proses perkembangan tesebut.Garis lintasan perpindahan dari awal sampai akhir masaremaja itu tidakalah selalu berjalan secara lurus dan mulus,tetapi mungkin sebaliknya berliku-liku yang bergantung atasvariasi salah satu atau beberapa dari ketiga factor dominantersebut. Liku-liku perkembangan yang ekstrem merupakanmasalah yang tidak mudah diatasi, baik oleh individu yangbersangkutan ataupun oleh masyarakat secara keseluruhan(Soekanto: 1985)
C. Masalah yang Timbul pada Masa RemajaSinggih (1988) menyatakan bahwa Pada masa perkembangan, remaja dihadapkan oleh berbagai masalah,diantaranya yaitu:
1. Perkembangan fisik dan psikomotorikMasalah remaja yang muncul berkaitan denganperkembangan fisik dan psiko-motorik. Misalnya: matangnya organ reproduksi. Pada permasalahan ini, remaja membutuhkan pemuasan biologis, kalau tidak terbimbing oleh norma-norma tertentu dapat mendorong remaja melakukan masturbasi,homosexual, atau mencoba hetero-sexual yang mungkinberakibat lebih jauh lagi berkembang penyakit kelamin,disamping merupakan pelanggaran atas norma kesusilaan.
2. Perkembangan bahasa dan perilaku kognitif Bagi individu-individu tertentu, mempelajari bahasa asingbukanlah merupakan hal yang menyenangkan. Kelemahan dalamfonetik misalnya, juga dapat menjadi bahan cemoohan, yangbukan mustahil berakibat sikap negatif terhadap pelajaran danguru bahasa asing yang bersangkutan, benci pelajarannya dan juga terhadap gurunya.
 3. Perkembangan perilaku sosial, moralitas, dan keagamaanDalam kehidupan remaja yang masih mempunyai kelabilandalam berpikir, remaja cenderung melakukan perbuatan-perbuatan yang justru bertentangan dengan norma masyarakatatau agamanya, seperti mengisap ganja, mencuri.
4. Perkembangan perilaku afektif, konatif, dan kepribadianKetidakmampuan menegakkan kata hatinya membawaakibat sukar terintegrasikan dan sintesi fungsifungsipsikofisiknya, yang berlanjut akan sukar pula mene-mukanidentitas pribadinya. Ia akan hidup dalam suasanaadolescencetisme (remaja yang berkepanjangan) meskipunusianya sudah menginjak dewasa.Sugiyo (1995: 106)

B. Rumusan Masalah
1. faktor apa yang mempengaruhi karakteristik perkembangan fisik dan psikomotorik masa remaja?
2. apa saja implikasi dalam perkembangan fisik dan psikomotorik masa remaja dalam pendidikan?
C. Tujuan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman atau pengetahuan tentang karakteristik perkembangan fisik- dan psikomotorik pada masa remaja
D. Manfaat
Untuk dijadikan pra-syarat tugas mata kuliah Perkembangan Peserta Didik sekaligus ingin mengetahui secara jelas tentang karakteristik perkembangan fisik – psikomotorik pada masa remaja, sehingga bisa untuk menambah wawasan dan pemahaman lebih lanjut tentang psikologi masa remaja.












BAB II
PEMBAHASAN


A.Karakteristik Perkembangan fisik masa remaja
Pada masa remaja perkembangan fisik yang paling menonjol terdapat pada perkembangan, kekuatan, ketahanan, dan organ seksual.
Karakteristik perkembangan fisik pada masa remaja ditandai dengan :pertumbuhan berat dan tinggi badan yang cepat,Pertumbuhan tanda – tanda seksual primer ( kelenjar – kelenjar dan alat – alat kelamin ) maupun tanda – tanda seksual sekunder ( tumbuh payudara, haid, kumis, dan mimpi basah, dan lainnya),Timbulnya hasrat seksual yang tinggi ( masa puberitas)

B.Karakteristik perkembangan psikomotorik masa remaja
Keterampilan psikomotorik berkembang sejalan dengan pertumbuhan ukuran tubuh, kemampuan fisik, dan perubahan fisiologi. Pada masa ini, laki – laki mengalami perkembangan psikomotorik yang lebih pesat dibanding perempuan. Kemampuan psikomotorik laki laki cenderung terus meningkat dalm hal kekuatan, kelincahan, dan daya tahan. Secara umum, perkembangan psikomotorik pada perempuan terhenti setelah mengalami menstruasi. Oleh karna itu, kemampuan psikomotorik laki – lski lebih tinggi daripada perempuan.

C. Implikasi perkembangan fisik dan psikomotorik masa remaja dalam pendidikan

Pemahaman terhadap pekembangan fisik dan psikomotorik dapat memberikan manfaat yang besar dalam pendidikan. Implikasainya terhadap pendidikan berkaitan erat dengan perencanaan  pendidikan. Pemahaman terhadap perkembangan ini, berguna untuk para pendidik dalam menyusun materi pendidikian yang sesuai dengan perkembangan peserta didiknya. Dengan begitu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih efektif dan efisien dapat berjalan dengan tepat.

Laju proses perkembangan perilaku dan pribadi itu di pengaruhi oleh tiga faktor dominan ialah faktor bawaan (heredeity), kematangan (maturation), dan lingkungan (environment) termasuk dominan utama itu senantiasa bervariasi yang mungkin dapat menguntungkan atau menghambat atau membatasi lajunya proses perkembangan tersebut.
Garis lintasan perpindahan dari awal sampai akhir masa remaja itu tidaklah selalu berjalan secara lurus dan mulus, tetapi mungkin sebaliknya berliku-liku yang tergantung atas variasi salah satu atau beberapa dari ketiga faktor dominan tersebut. Liku-liku perkembangan yang ekstrem merupakan masalah yang tidak mudah dibatasi, baik oleh individu yang bersangkutan maupun oleh masyarakat secara keseluruhan. Beberapa diantaranya ialah berikut ini:
a.      Masalah-masalah yang mungkin timbul bertalian dengan perkembangan fisik dan psikomotorik,  misalnya:
1.        Adanya kecanggungan yang disebabkan oleh adanya variasi yang mencolok dalam tempo dan irama serta kepesatan laju perkembangan fisik antara individual atau kelompok (wanita lebih cepat sekitar 1-2 tahun dari pria).
2.        Perkembangan ukuran-ukuran tinggi dan berat badan yang kurang proporsional, juga dapat membawa ekses psikologis tertentu, umpamanya munculnya nama-nama cemoohan (nickname) seperti si congcorang, si gendut, dan sebagainya. Yang lebih jauh lagi dapat membawa ke arah self-rejection . Karena body-image-nya tidak sesuai dengan self-picture yang diharapkannya.
3.        Perubahan suara dan peristiwa menstruasi dapat juga menimbulkan gejala-gejala emosional tertentu seperti perasaan  malu.
4.        Matangnya organ reproduksi, membutuhkan pemuasan biologis, kalau tidak terbimbing oleh norma-norma tertentu dapat memdorong remaja melakukan masturbasi, homosexual, atau mencoba heterosexual  yang mungkin berakibat lebih jauh lagi berkembang penyakit kelamin, disamping merupakan pelanggaran atas norma kesusilaan.
b.         Masalah-masalah yang mungkin timbul bertalian dengan perkembangan bahasa dan perilaku kognitif.
1.        Bagi individu-Individu tertentu, mempelajari bahasa asing bukanlah merupakan hal yang menyenangkan. Misalnya, kelemahan-kelemahan dalam fonetik dapat menjadi bahan cemoohan, yang bukan mustahil berakibat sikap negatif terhadap pelajaran dan guru bahasa asing yang bersangkutan. Benci pelajarannya dan juga terhadap gurunya.
2.        Inteligensi juga merupakan kapasitas dasar belajar, bagi yang dianugerahi IQ yang tinggi (superior) atau dibawah rata-rata (slowlearnes), kalau kurang bimbingan yang memadai akan membawa ekses psikologis (underachiever) prestasinya di bawah kapasitasnya karena malas atau nakal  inferiority complex- rasa rendah diri karena tidak pernah mastery  atau mencapai hasil yang diharapkan dalam belajarnya.
3.        Kadang-kadang terjadi ketidakselarasan antara keinginan atau minat seseorang dengan bakat khusus (aptitudes)-nya sering membawa kesulitan juga dalam memilih program jurusan/ jenis sekolah yang akan dimasukinya, banyak kegagalan studi mungkin bersumber pada pilihan yang kurang tepat ini.
c.         Masalah yang timbul bertalian dengan perkembangan perilaku sosial, moralitas, dan keagamaan.
1.        Keterikatan hidup dalam gang (pers grup) yang tidak terbimbing mudah menimbulkan juvenile deliquency (kenakalan remaja) yang berbentuk perkelahian antar kelompok, pencurian, perampokan, prostitusi, dan bentuk-bentuk perikalu antisosial lainnya.
2.        Konflik dengan orang tua, yang mungkin berakibat tidak senang dirumah, bahkan minggat melarikan diri dari rumah.
3.        Melakukan perbuatan-perbuatan yang justru bertentangan dengan norma masyarakat atau agamanya, seperti menghisap ganja, narkotika, dan sebagainya.
d.           Masalah yang timbul bertalian dengan perkembangan perilaku efektif, konatif, dan kepirbadian.
1.        Mudah sekali digerakkan untuk melakukan gerakan atau kegiatan destruktif yang spontan untuk melampiaskan ketegangan instruktif emosionalnya meskipin ia tidak mengetahui maksud yang sebenarnya dari tindakan-tindakannya itu. Mudah terlibat kegiatan-kegiatan masa remaja.
2.        Ketikmampuan menegakkan kata hatinya membawa akibat sukar terintegrasikan dan sintersis fungsi-fungsi psikofisiknya, yang berlanjut akan sukar pula menemukan identitas pribadinya. Ia akan hidup dalam suasana adlescentisme (remaja yang berkepanjangan)  meskipun usianya sudah menginjak dewasa.

a.  Untuk memahami dan mengurangi permasalahan yang bertalian dengan perkembangan fisik dan perilaku psikomotorik, antara lain :
       Dalam program dan kegiatan pendidikan tertentu, diadakan program dan perlakuan layanan khusus kepada siswa remaja pria dan siswa remaja wanita yang diberikan oleh para guru yang dapat menyelenggarakan penjelasannya dengan penuh dignity.
*      Mengadakan diskusi atau ceramah tamu tentang pendidikan jenis (sex education), bahaya-bahaya dari perilaku menyimpang dalam pemuasan kehidupan seksual terhadap kesehatan serta perkembangan jasmani dan rohani yang sehat.
*       
*       
            Untuk memahami dan mengurangi kemungkinan timbulnya permasalahan yang bertalian dengan perkembangan bahasa dan perilaku kognitif, antara lain :
       Guru bidang studi tertentu dituntut untuk memahami dan memberikan perlakuan pelayanan dan bimbingan kepada siswa-siswa remaja yang mengalami kesulitan pada bidang studi tertentu agar tidak menjurus kepada situasi-situasi frustasi, yang akhirnya melahirkan reaksi-reaksi pertahanan diri atau defence mechanism atau tindakan-tindakan negatif destruktuf baik pada bidang studinya maupun gurunya.
       Penggunaan strategi belajar mengajar yang tepat untuk membantu siswa-siswa yang cepat ataupun lambat.
Pemilihan dan penentuan program studi disesuaikan dengan kemampuan dasar intelektual (IQ), bakat khusus(aptitudes), di samping keinginan orang tua dan siswa yang bersangkutan.
*       
c.           Untuk memahami dan mengurangi kemungkinan timbulnya permasalahan yang timbul bertalian dengan perkembangan perilaku sosial, moralitas, dan kesadaran hidup atau penghayatan keagamaan, antara lain :
       Terciptanya suasana dan tersedianya fasilitas yang memungkinkan terbentuknya kelompok perkumpulan remaja yang mempunyai tujuan dan program kegiatan yang positif konstruktif berdasarkan minat yang diorganisasikan oleh mereka dengan guidance dari para pendidik seperlunya.
       Diaktifkannya hubungan rumah dan sekolah untuk saling mendekatkan dan menyelaraskan sistem nilai yang dikembangkan dan cara pendekatan terhadap siswa remaja serta sikap dan tindakan perlakuan layanan yang diberikan dalam pembinaannya.
       Pertemuan dan kerja sama antarkelembagaan yang mempunyai tugas dan kepentingan yang bersangkutan dengan kehidupan remaja secara rasional.
d.           Untuk memahami dan mengurangi permasalahan yang timbul bertalian dengan perkembangan fungsi-fungsi konatif, afektif, dan kepribadian antara lain :
       Pendidik terutama orang tua dan guru dapat menampilkan pribadi-pribadi yang dapat dijadikan objek identifikasi sebagai pribadi idola para remajanya.
Pemberian tugas yang dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, belajar menimbang, memilih dan mengambil keputusan yang tepat akan sangat menunjang bagi pembinaan kepribadiannya.


*       
*       
*       
*       
*       
*       
*       
*       
*       
*      BAB III
*      PENUTUP

A. Kesimpulan
Jadi Pada masa remaja perkembangan fisik yang paling menonjol terdapat pada perkembangan, kekuatan, ketahanan, dan organ seksual.
Karakteristik perkembangan fisik pada masa remaja ditandai dengan :pertumbuhan berat dan tinggi badan yang cepat,Pertumbuhan tanda – tanda seksual primer ( kelenjar – kelenjar dan alat – alat kelamin ) maupun tanda – tanda seksual sekunder ( tumbuh payudara, haid, kumis, dan mimpi basah, dan lainnya),Timbulnya hasrat seksual yang tinggi ( masa puberitas )

Perilaku dan Pribadi Remaja Laju proses perkembangan perilaku dan pribadi remaja dipengaruhi oleh tiga faktor dominan ialah faktor bawaan(heredity), kematangan (maturation), dan ling-kungan(environment): termasuk belajar dan latihan (training andlearning). Ketiga faktor dominan utama itu senantiasa bervariasi yang mungkin dapat menguntungkan, menghambat ataumembatasi lajunya proses perkembangan tesebut.Garis lintasan perpindahan dari awal sampai akhir masaremaja itu tidakalah selalu berjalan secara lurus dan mulus,tetapi mungkin sebaliknya berliku-liku yang bergantung atasvariasi salah satu atau beberapa dari ketiga factor dominantersebut. Liku-liku perkembangan yang ekstrem merupakanmasalah yang tidak mudah diatasi, baik oleh individu yangbersangkutan ataupun oleh masyarakat secara keseluruhan(Soekanto: 1985)

 Masalah yang Timbul pada Masa RemajaSinggih (1988) menyatakan bahwa Pada masaperkembangan, remaja dihadapkan oleh berbagai masalah,diantaranya yaitu:
1. Perkembangan fisik dan psikomotorikMasalah remaja yang muncul berkaitan denganperkembangan fisik dan psiko-motorik. Misalnya: matangnya organ reproduksi. Pada permasalahan ini, remaja membutuhkan pemuasan biologis, kalau tidak terbimbing oleh norma-norma tertentu dapat mendorong remaja melakukan masturbasi,homosexual, atau mencoba hetero-sexual yang mungkinberakibat lebih jauh lagi berkembang penyakit kelamin,disamping merupakan pelanggaran atas norma kesusilaan.
2. Perkembangan bahasa dan perilaku kognitif Bagi individu-individu tertentu, mempelajari bahasa asingbukanlah merupakan hal yang menyenangkan. Kelemahan dalamfonetik misalnya, juga dapat menjadi bahan cemoohan, yangbukan mustahil berakibat sikap negatif terhadap pelajaran danguru bahasa asing yang bersangkutan, benci pelajarannya dan juga terhadap gurunya.

3. Perkembangan perilaku sosial, moralitas, dan keagamaanDalam kehidupan remaja yang masih mempunyai kelabilandalam berpikir, remaja cenderung melakukan perbuatan-perbuatan yang justru bertentangan dengan norma masyarakatatau agamanya, seperti mengisap ganja, mencuri.
4. Perkembangan perilaku afektif, konatif, dan kepribadianKetidakmampuan menegakkan kata hatinya membawaakibat sukar terintegrasikan dan sintesi fungsifungsipsikofisiknya, yang berlanjut akan sukar pula mene-mukanidentitas pribadinya. Ia akan hidup dalam suasanaadolescencetisme (remaja yang berkepanjangan) meskipunusianya sudah menginjak dewasa.Sugiyo (1995: 106) menegaskan bahwa problematik dalamdiri kaum muda sendiri umumnya berpangkal pada penampilanpsikis dan fisik mereka yang masih serba labil dan terbuka padapengaruh luar yang diserap lewat media komunikasi pergaulan,misalnya kenaifan seksualitas, upaya aktualisasi diri yang kurangmendapat tanggapan dan pengakuan, konflik sekitar kebebasan,kurang menyadari potensi dan mengenal diri, rasa rendah diri,kurang atau tak adanya kesempatan mengenyam pen-didikanbagi sebagian kaum muda pedesaan dan mereka yang "takpunya", juga pengaruh dari perkawinan dini, kurangnyakesadaran dan upaya mengubah sistem adat yang menghambatperkembangan pribadi, kesulitan sekitar perumahan, lingkunganbelajar, dan pergaulan bagi mereka yang datang dari desa kekota besar. Semuanya itu mengakibatkan kaum muda menjadigelisah, bingung, tidak pasti, dan masa depan suram.