BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengertian Masa Remaja (adolescence)Masa remaja disebut juga masa
untuk menemukan identitas diri (self identity). Usaha pencarian identitas
banyak dilakukan dengan menunjukkan perilaku coba-coba, perilakuimitas iatau
identifikasi. Ketika remaja gagal menemukan identitas di-rinya, dia akan
mengalami krisis identitas atau identity confusion, sehingga mungkin saja akan
terbentuk sistem kepribadian yang bukan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya. Reaksi-reaksi dan ekspresi
emosional yang masih labil dan belum terkendali pada masa remaja dapat
berdampak pada kehidupan pribadi maupun so-sialnya. Dia menjadi sering merasa
tertekan dan bermuram durja atau justru dia menjadiorang yang berperilaku
agresif. Pertengkaran dan perkelahianseringkali terjadi akibat dari
ketidakstabilan emosinya.
Lefrancois (2002: 130) menyatakan bahwa periode masa remaja itu
kiranya dapat didefinisikan secara umum sebagai suatu periode dalam
perkembangan yang dijalani seseorang yang terbentang sejak berakhirnya masa
kanak-kanaknya sampai datang awal masa dewasanya. Secara tentatif pula paraahli
umumnya sependapat bahwa rentangan masa remaja ituberlangsung dari sekitar
11-13 tahun sampai 18-20 tahunmenurut umur kalender kelahiran seseorang.Masa
perkembangan remaja juga ditandai dengankeinginan mengaktualisasikan segala ide
pikiran yangdimatangkan selama mengikuti pendidikan. Mereka bersemangatuntuk
meraih keberhasilan. Oleh karena itu, mereka berlomba dan bersaing dengan orang
lain guna membuktikan kemampuannya. Segala daya upaya yang berorientasi
untukmencapai keberhasilan akan selalu ditempuh dan diikuti. Sebab dengan
keberhasilan itu, ia akan meningkatkan harkat danmartabat hidup mereka di mata
orang lain.
B. Perilaku dan Pribadi RemajaLaju proses perkembangan perilaku
dan pribadi remajadipengaruhi oleh tiga faktor dominan ialah faktor
bawaan(heredity), kematangan (maturation), dan ling-kungan(environment):
termasuk belajar dan latihan (training andlearning).Ketiga faktor dominan utama
itu senantiasa bervariasi yang mungkin dapat menguntungkan, menghambat
ataumembatasi lajunya proses perkembangan tesebut.Garis lintasan perpindahan
dari awal sampai akhir masaremaja itu tidakalah selalu berjalan secara lurus
dan mulus,tetapi mungkin sebaliknya berliku-liku yang bergantung atasvariasi
salah satu atau beberapa dari ketiga factor dominantersebut. Liku-liku
perkembangan yang ekstrem merupakanmasalah yang tidak mudah diatasi, baik oleh
individu yangbersangkutan ataupun oleh masyarakat secara keseluruhan(Soekanto:
1985)
C. Masalah yang Timbul pada Masa RemajaSinggih (1988) menyatakan
bahwa Pada masa perkembangan, remaja dihadapkan oleh berbagai
masalah,diantaranya yaitu:
1. Perkembangan fisik dan psikomotorikMasalah remaja yang muncul
berkaitan denganperkembangan fisik dan psiko-motorik. Misalnya: matangnya organ
reproduksi. Pada permasalahan ini, remaja membutuhkan pemuasan biologis, kalau
tidak terbimbing oleh norma-norma tertentu dapat mendorong remaja melakukan
masturbasi,homosexual, atau mencoba hetero-sexual yang mungkinberakibat lebih
jauh lagi berkembang penyakit kelamin,disamping merupakan pelanggaran atas
norma kesusilaan.
2. Perkembangan bahasa dan perilaku kognitif Bagi
individu-individu tertentu, mempelajari bahasa asingbukanlah merupakan hal yang
menyenangkan. Kelemahan dalamfonetik misalnya, juga dapat menjadi bahan
cemoohan, yangbukan mustahil berakibat sikap negatif terhadap pelajaran danguru
bahasa asing yang bersangkutan, benci pelajarannya dan juga terhadap
gurunya.
3. Perkembangan perilaku
sosial, moralitas, dan keagamaanDalam kehidupan remaja yang masih mempunyai
kelabilandalam berpikir, remaja cenderung melakukan perbuatan-perbuatan yang
justru bertentangan dengan norma masyarakatatau agamanya, seperti mengisap
ganja, mencuri.
4. Perkembangan perilaku afektif, konatif, dan
kepribadianKetidakmampuan menegakkan kata hatinya membawaakibat sukar
terintegrasikan dan sintesi fungsifungsipsikofisiknya, yang berlanjut akan
sukar pula mene-mukanidentitas pribadinya. Ia akan hidup dalam suasanaadolescencetisme
(remaja yang berkepanjangan) meskipunusianya sudah menginjak dewasa.Sugiyo
(1995: 106)
B. Rumusan Masalah
1. faktor apa yang mempengaruhi karakteristik perkembangan fisik
dan psikomotorik masa remaja?
2. apa saja implikasi dalam perkembangan fisik dan psikomotorik
masa remaja dalam pendidikan?
C. Tujuan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman atau pengetahuan
tentang karakteristik perkembangan fisik- dan psikomotorik pada masa remaja
D. Manfaat
Untuk dijadikan pra-syarat tugas mata kuliah Perkembangan Peserta Didik
sekaligus ingin mengetahui secara jelas tentang karakteristik perkembangan
fisik – psikomotorik pada masa remaja, sehingga bisa untuk menambah wawasan dan
pemahaman lebih lanjut tentang psikologi masa remaja.
BAB II
PEMBAHASAN
A.Karakteristik
Perkembangan fisik masa remaja
Pada masa remaja perkembangan
fisik yang paling menonjol terdapat pada perkembangan, kekuatan, ketahanan, dan
organ seksual.
Karakteristik
perkembangan fisik pada masa remaja ditandai dengan :pertumbuhan berat dan
tinggi badan yang cepat,Pertumbuhan tanda – tanda
seksual primer ( kelenjar – kelenjar dan alat – alat kelamin ) maupun tanda –
tanda seksual sekunder ( tumbuh payudara, haid, kumis, dan mimpi basah, dan
lainnya),Timbulnya hasrat seksual yang tinggi ( masa puberitas)
B.Karakteristik
perkembangan psikomotorik masa remaja
Keterampilan
psikomotorik berkembang sejalan dengan pertumbuhan ukuran tubuh, kemampuan
fisik, dan perubahan fisiologi. Pada masa ini, laki – laki mengalami
perkembangan psikomotorik yang lebih pesat dibanding perempuan. Kemampuan
psikomotorik laki laki cenderung terus meningkat dalm hal kekuatan, kelincahan,
dan daya tahan. Secara umum, perkembangan psikomotorik pada perempuan terhenti
setelah mengalami menstruasi. Oleh karna itu, kemampuan psikomotorik laki –
lski lebih tinggi daripada perempuan.
C. Implikasi perkembangan fisik dan psikomotorik masa remaja dalam pendidikan
Pemahaman terhadap pekembangan fisik dan
psikomotorik dapat memberikan manfaat yang besar dalam pendidikan.
Implikasainya terhadap pendidikan berkaitan erat dengan perencanaan pendidikan. Pemahaman terhadap
perkembangan ini, berguna untuk para pendidik dalam menyusun materi pendidikian
yang sesuai dengan perkembangan peserta didiknya. Dengan begitu upaya untuk
meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih efektif dan efisien dapat berjalan
dengan tepat.
Laju proses perkembangan perilaku dan pribadi itu di
pengaruhi oleh tiga faktor dominan ialah faktor bawaan (heredeity), kematangan (maturation),
dan lingkungan (environment) termasuk
dominan utama itu senantiasa bervariasi yang mungkin dapat menguntungkan atau
menghambat atau membatasi lajunya proses perkembangan tersebut.
Garis lintasan perpindahan dari awal sampai akhir masa
remaja itu tidaklah selalu berjalan secara lurus dan mulus, tetapi mungkin
sebaliknya berliku-liku yang tergantung atas variasi salah satu atau beberapa
dari ketiga faktor dominan tersebut. Liku-liku perkembangan yang ekstrem
merupakan masalah yang tidak mudah dibatasi, baik oleh individu yang
bersangkutan maupun oleh masyarakat secara keseluruhan. Beberapa diantaranya
ialah berikut ini:
a. Masalah-masalah yang mungkin timbul
bertalian dengan perkembangan fisik dan psikomotorik, misalnya:
1. Adanya
kecanggungan yang disebabkan oleh adanya variasi yang mencolok dalam tempo dan
irama serta kepesatan laju perkembangan fisik antara individual atau kelompok
(wanita lebih cepat sekitar 1-2 tahun dari pria).
2.
Perkembangan ukuran-ukuran tinggi dan berat badan yang kurang proporsional,
juga dapat membawa ekses psikologis tertentu, umpamanya munculnya nama-nama
cemoohan (nickname) seperti si
congcorang, si gendut, dan sebagainya. Yang lebih jauh lagi dapat membawa ke
arah self-rejection . Karena body-image-nya tidak sesuai dengan self-picture yang diharapkannya.
3. Perubahan
suara dan peristiwa menstruasi dapat juga menimbulkan gejala-gejala emosional
tertentu seperti perasaan malu.
4. Matangnya
organ reproduksi, membutuhkan pemuasan biologis, kalau tidak terbimbing oleh
norma-norma tertentu dapat memdorong remaja melakukan masturbasi, homosexual, atau mencoba heterosexual yang mungkin berakibat lebih jauh lagi
berkembang penyakit kelamin, disamping merupakan pelanggaran atas norma
kesusilaan.
b. Masalah-masalah yang mungkin timbul
bertalian dengan perkembangan bahasa dan perilaku kognitif.
1. Bagi
individu-Individu tertentu, mempelajari bahasa asing bukanlah merupakan hal
yang menyenangkan. Misalnya, kelemahan-kelemahan dalam fonetik dapat menjadi
bahan cemoohan, yang bukan mustahil berakibat sikap negatif terhadap pelajaran
dan guru bahasa asing yang bersangkutan. Benci pelajarannya dan juga terhadap
gurunya.
2.
Inteligensi juga merupakan kapasitas dasar belajar, bagi yang dianugerahi IQ
yang tinggi (superior) atau dibawah
rata-rata (slowlearnes), kalau kurang
bimbingan yang memadai akan membawa ekses psikologis (underachiever) prestasinya di bawah kapasitasnya karena malas atau
nakal inferiority complex- rasa rendah diri
karena tidak pernah mastery atau mencapai hasil yang diharapkan dalam
belajarnya.
3.
Kadang-kadang terjadi ketidakselarasan antara keinginan atau minat seseorang
dengan bakat khusus (aptitudes)-nya
sering membawa kesulitan juga dalam memilih program jurusan/ jenis sekolah yang
akan dimasukinya, banyak kegagalan studi mungkin bersumber pada pilihan yang
kurang tepat ini.
c. Masalah yang timbul bertalian dengan
perkembangan perilaku sosial, moralitas, dan keagamaan.
1.
Keterikatan hidup dalam gang (pers grup) yang tidak terbimbing mudah
menimbulkan juvenile deliquency (kenakalan
remaja) yang berbentuk perkelahian antar kelompok, pencurian, perampokan,
prostitusi, dan bentuk-bentuk perikalu antisosial lainnya.
2.
Konflik dengan orang tua, yang mungkin berakibat tidak senang dirumah, bahkan
minggat melarikan diri dari rumah.
3.
Melakukan perbuatan-perbuatan yang justru bertentangan dengan norma masyarakat atau
agamanya, seperti menghisap ganja, narkotika, dan sebagainya.
d. Masalah yang timbul bertalian dengan
perkembangan perilaku efektif, konatif, dan kepirbadian.
1.
Mudah sekali digerakkan untuk melakukan gerakan atau kegiatan destruktif yang
spontan untuk melampiaskan ketegangan instruktif emosionalnya meskipin ia tidak
mengetahui maksud yang sebenarnya dari tindakan-tindakannya itu. Mudah terlibat
kegiatan-kegiatan masa remaja.
2.
Ketikmampuan menegakkan kata hatinya membawa akibat sukar terintegrasikan dan
sintersis fungsi-fungsi psikofisiknya, yang berlanjut akan sukar pula menemukan
identitas pribadinya. Ia akan hidup dalam suasana adlescentisme (remaja yang berkepanjangan) meskipun usianya sudah menginjak dewasa.
a. Untuk
memahami dan mengurangi permasalahan yang bertalian dengan perkembangan fisik
dan perilaku psikomotorik, antara lain :
Dalam program dan
kegiatan pendidikan tertentu, diadakan program dan perlakuan layanan khusus
kepada siswa remaja pria dan siswa remaja wanita yang diberikan oleh para guru
yang dapat menyelenggarakan penjelasannya dengan penuh dignity.
b
Untuk memahami dan mengurangi kemungkinan timbulnya permasalahan yang bertalian
dengan perkembangan bahasa dan perilaku kognitif, antara lain :
Guru bidang studi
tertentu dituntut untuk memahami dan memberikan perlakuan pelayanan dan
bimbingan kepada siswa-siswa remaja yang mengalami kesulitan pada bidang studi
tertentu agar tidak menjurus kepada situasi-situasi frustasi, yang akhirnya
melahirkan reaksi-reaksi pertahanan diri atau defence mechanism atau tindakan-tindakan negatif destruktuf baik
pada bidang studinya maupun gurunya.
Penggunaan
strategi belajar mengajar yang tepat untuk membantu siswa-siswa yang cepat
ataupun lambat.
Pemilihan dan penentuan program studi disesuaikan dengan kemampuan dasar
intelektual (IQ), bakat khusus(aptitudes),
di samping keinginan orang tua dan siswa yang bersangkutan.
c.
Untuk memahami dan mengurangi kemungkinan timbulnya permasalahan yang timbul
bertalian dengan perkembangan perilaku sosial, moralitas, dan kesadaran hidup
atau penghayatan keagamaan, antara lain :
Terciptanya
suasana dan tersedianya fasilitas yang memungkinkan terbentuknya kelompok
perkumpulan remaja yang mempunyai tujuan dan program kegiatan yang positif
konstruktif berdasarkan minat yang diorganisasikan oleh mereka dengan guidance dari para pendidik seperlunya.
Diaktifkannya
hubungan rumah dan sekolah untuk saling mendekatkan dan menyelaraskan sistem
nilai yang dikembangkan dan cara pendekatan terhadap siswa remaja serta sikap
dan tindakan perlakuan layanan yang diberikan dalam pembinaannya.
Pertemuan dan
kerja sama antarkelembagaan yang mempunyai tugas dan kepentingan yang
bersangkutan dengan kehidupan remaja secara rasional.
d. Untuk
memahami dan mengurangi permasalahan yang timbul bertalian dengan perkembangan
fungsi-fungsi konatif, afektif, dan kepribadian antara lain :
Pendidik
terutama orang tua dan guru dapat menampilkan pribadi-pribadi yang dapat
dijadikan objek identifikasi sebagai pribadi idola para remajanya.
Pemberian tugas yang dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, belajar
menimbang, memilih dan mengambil keputusan yang tepat akan sangat menunjang
bagi pembinaan kepribadiannya.
A. Kesimpulan
Jadi Pada masa remaja perkembangan fisik yang paling
menonjol terdapat pada perkembangan, kekuatan, ketahanan, dan organ seksual.
Karakteristik perkembangan fisik pada masa remaja ditandai dengan
:pertumbuhan berat dan tinggi badan yang cepat,Pertumbuhan tanda – tanda seksual primer ( kelenjar – kelenjar dan alat –
alat kelamin ) maupun tanda – tanda seksual sekunder ( tumbuh payudara, haid,
kumis, dan mimpi basah, dan lainnya),Timbulnya hasrat seksual yang tinggi (
masa puberitas )
Perilaku dan Pribadi Remaja Laju
proses perkembangan perilaku dan pribadi remaja dipengaruhi oleh tiga faktor
dominan ialah faktor bawaan(heredity), kematangan (maturation), dan
ling-kungan(environment): termasuk belajar dan latihan (training andlearning).
Ketiga faktor dominan utama itu senantiasa bervariasi yang mungkin dapat
menguntungkan, menghambat ataumembatasi lajunya proses perkembangan
tesebut.Garis lintasan perpindahan dari awal sampai akhir masaremaja itu
tidakalah selalu berjalan secara lurus dan mulus,tetapi mungkin sebaliknya
berliku-liku yang bergantung atasvariasi salah satu atau beberapa dari ketiga
factor dominantersebut. Liku-liku perkembangan yang ekstrem merupakanmasalah
yang tidak mudah diatasi, baik oleh individu yangbersangkutan ataupun oleh
masyarakat secara keseluruhan(Soekanto: 1985)
Masalah yang Timbul pada Masa RemajaSinggih
(1988) menyatakan bahwa Pada masaperkembangan, remaja dihadapkan oleh berbagai
masalah,diantaranya yaitu:
1. Perkembangan fisik dan
psikomotorikMasalah remaja yang muncul berkaitan denganperkembangan fisik dan
psiko-motorik. Misalnya: matangnya organ reproduksi. Pada permasalahan ini,
remaja membutuhkan pemuasan biologis, kalau tidak terbimbing oleh norma-norma
tertentu dapat mendorong remaja melakukan masturbasi,homosexual, atau mencoba
hetero-sexual yang mungkinberakibat lebih jauh lagi berkembang penyakit
kelamin,disamping merupakan pelanggaran atas norma kesusilaan.
2. Perkembangan bahasa dan perilaku
kognitif Bagi individu-individu tertentu, mempelajari bahasa asingbukanlah
merupakan hal yang menyenangkan. Kelemahan dalamfonetik misalnya, juga dapat
menjadi bahan cemoohan, yangbukan mustahil berakibat sikap negatif terhadap
pelajaran danguru bahasa asing yang bersangkutan, benci pelajarannya dan juga
terhadap gurunya.
3. Perkembangan perilaku sosial,
moralitas, dan keagamaanDalam kehidupan remaja yang masih mempunyai
kelabilandalam berpikir, remaja cenderung melakukan perbuatan-perbuatan yang
justru bertentangan dengan norma masyarakatatau agamanya, seperti mengisap
ganja, mencuri.
4. Perkembangan perilaku afektif, konatif, dan
kepribadianKetidakmampuan menegakkan kata hatinya membawaakibat sukar
terintegrasikan dan sintesi fungsifungsipsikofisiknya, yang berlanjut akan
sukar pula mene-mukanidentitas pribadinya. Ia akan hidup dalam suasanaadolescencetisme
(remaja yang berkepanjangan) meskipunusianya sudah menginjak dewasa.Sugiyo
(1995: 106) menegaskan bahwa problematik dalamdiri kaum muda sendiri umumnya
berpangkal pada penampilanpsikis dan fisik mereka yang masih serba labil dan terbuka
padapengaruh luar yang diserap lewat media komunikasi pergaulan,misalnya
kenaifan seksualitas, upaya aktualisasi diri yang kurangmendapat tanggapan dan
pengakuan, konflik sekitar kebebasan,kurang menyadari potensi dan mengenal
diri, rasa rendah diri,kurang atau tak adanya kesempatan mengenyam
pen-didikanbagi sebagian kaum muda pedesaan dan mereka yang
"takpunya", juga pengaruh dari perkawinan dini, kurangnyakesadaran
dan upaya mengubah sistem adat yang menghambatperkembangan pribadi, kesulitan
sekitar perumahan, lingkunganbelajar, dan pergaulan bagi mereka yang datang
dari desa kekota besar. Semuanya itu mengakibatkan kaum muda menjadigelisah,
bingung, tidak pasti, dan masa depan suram.
Thank you sist, materinya bsa nambah referensi sya dalam tugas kuliah.
BalasHapusyou are welcome sist.
Hapusmaterinya sangat bermanfaat karena saya mendapatkan pengetahuan baru tentang karakteristik perkembangan fisik masa remaja
BalasHapusThank you ferawati hamid..
Hapusmudah-mudahan bisa posting lbih bnyak materi lgi kaka..
BalasHapusnice posting :)
Iya insyaallah z akan posting lagi,,trimakasih..
Hapusterimkasih ibu guru sudah membatu , berkat postingan anda sangat berguna. dan semoga bisa bermanfaat untuk yang membacanya. :) nice
BalasHapusSama2,andi asmiati ali thanks ya udah mengunjungi blog saya..
Hapusterima kasih untuk postingannya semoga dapat menambah wawasan kita tentang perkembangan masa remaja dan implikasinya dalam pendidikan.
BalasHapus